info terkini
besok aku ikut pelatihan BLOg di Laboratorium Komputer IAIN SUNAN AMPEL SBY. jam 9.
” INILAH BLOG KU” I LOVE U FULL.. HA…. HA.. HA…
ibnu Taimiyah (syaikhul Islam)
| Hadirilah Kajian Buku tentang Imam yang terzhalimi :: Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab? :: |
Artikel Tokoh Islam :
IBNU TAIMIAH (Tanpa Jabatan, Tanpa Harta, Mrski Telah Tiada, Peninggalannya Masih Hidup Sepanjang Masa)
Kamis, 30 Oktober 08
Adakah orang yang begitu gandrung dengan pengetahuan, cenderung kepada ilmu dan suka memperdalamnya tidak mengenal tokoh bernama Ibn Taimiah? Sesungguhnya langkah, ketinggian dan kemuliaan kedudukan Ibn Taimiah telah mencapai suatu derajat di mana ia tidak memerlukan lagi gelar ‘syaikh (tuan guru),’ ‘Alim,’ ‘Imam,’ dan ‘Mujaddid.’ Justeru namanya yang paling bagus hanyalah Ibn Taimiah.!!
Sebagian negeri hidup selama 5 abad, kemudian pudar dan hilang tanpa bekas dan tanda. Sebaliknya, si genius nan mengagumkan ini justeru tetap eksis dan abadi dalam ‘memori’ zaman dan ‘hati’ masa. Kisah unik yang tersimpan untuk para generasi, dilantunkan secara berulang oleh lisan dan didesiskan oleh bibir.
Para sultan, menteri, orang kaya dan penyair hidup, kemudian mati lalu mati pula peninggalan-peninggalannya. Sementara Ibn Taimiah Hidup tanpa imarah (kekuasaan), Wizarah (jabatan menteri) dan Tijarah (bisnis) namun ia tetap eksis bersama kita dan para generasi setelah kita, hidup dalam nurani, kukuh dalam jiwa, hadir dalam pengajian-pengajian, klub-klub ilmiah, lembaga-lembaga ma’rifah dan panggung kebudayaan.
Ibn Taimiah memiliki untaian-untaian kata yang dapat memukau banyak akal manusia. Ia memiliki ungkapan-ungkapan yang menawan dan mengesankan, di mana dapat diketahui bahwa ia milik Ibn Taimiah melalui analisis mendalam. Siapa saja yang mengarungi buku-bukunya, membaca risalah-risalahnya dan menyelami ilmunya, maka pasti akan dapat merekam istilah-istilah, kalimat-kalimat dan kata-kata seakan-akan ia merupakan perumpamaan-perumpamaan yang dibuat para penyair, atau sebagai Syawahid (dalil penguat) oleh para ahli balaghah. Di antara untaian-untaian kata itu adalah:
1. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan maksiat melarang hati mengembara di ‘lapangan luas’ tauhid.
2. Tidak ada seorang pun di dunia ini selalu bersama kebenaran di mana pun ia berada kecuali Muhammad saw.
3. Antara orang fakir dan kaya; yang paling utama di antara keduanya adalah yang paling bertakwa di sisi Allah swt.
4. Setiap hati yang tidak berpetunjuk dengan petunjuk agama ini, maka ia adalah hati yang dimurkai.
5. Andaikata para penguasa dan pemilik harta mengetahui kenikmatan yang kita rasakan (yakni kenikmatan taat kepada Allah dan ibadah), maka pastilah mereka akan memerangi kita dengan pedang.
6. Sesungguhnya Allah akan menolong negeri kafir yang adil dan mengalahkan negeri Muslim yang zhalim.
7. Tahanan adalah orang yang menahan hatinya dari Rabbnya dan tawanan adalah orang yang ditawan oleh hawa nafsunya.
8. Kebebasan adalah kebebasan hati, dan peribadahan (penghambaan) adalah penghambaan hati.
9. Seseorang tidak dikatakan hamba hingga ia merdeka (bebas) dari apa yang selain Allah swt.
10. Sesungguhnya di dunia terdapat surga, yang barangsiapa tidak memasukinya, ia tidak akan masuk surga akhirat.
11. Apa yang telah diperbuat oleh musuh-musuhku? Aku adalah surgaku dan kebunku ada di dalam dadaku; ke mana saja aku pergi, ia bersamaku, tidak berpisah denganku. Penahanan terhadapku adalah khalwat (penyendirian), pembunuhan terhadapku adalah syahadah (mati syahid), dan pengusiran terhadapku dari negeriku adalah pelesiran (piknik).
12. Sesungguhnya keadilan itu adalah wajib bagi setiap orang atas setiap orang, dalam kondisi apa pun, sedangkan kezhaliman adalah diharamkan secara mutlak, tidak dibolehkan sama sekali, dalam kondisi apa pun.
13. Sesungguhnya si zhalim berbuat zhalim, lantas manusia diuji dengan suatu fitnah yang dapat menimpa orang yang tidak berbuat zhalim, sehingga ketika itu ia tak berdaya untuk menolaknya. Berbeda dengan bila si zhalim telah dicegah dari permulaan, maka akan hilang pula sebab timbulnya fitnah itu.
14. Dengan kesabaran dan keyakinan akan diraih kepemimpinan dalam agama berdasarkan firman Allah swt, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (as-Sajdah:24)
15. Pondasi agama adalah kitab yang memberi petunjuk dan pedang penolong. Dan cukuplah Rabbmu sebagai Pemberi Petunjuk dan Penolong.!
16. Jihad adalah setiap perbuatan yang menggiring kepada kebaikan, sedangkan perang merupakan salah satu dari elemen jihad.
17. Sesungguhnya perasaanku berhenti pada suatu masalah, lalu aku memohon ampun kepada Allah seribu kali, kurang atau lebih, baik itu di masjid, sekolah atau di pasar hingga terbuka apa yang sebelumnya tertutup atasku.
18. Sebagian manusia ada orang yang bila mencintai seseorang, ia mengesampingkan seluruh kesalahan-kesalahannya. Dan ada pula manusia, yang bila membenci seseorang, maka ia mengesampingkan seluruh kebaikan-kebaikannya.
(SUMBER: artikel berjudul, Ibn Taimiah al-Mulham, ‘Asya Bila Imarah, Wa La Wizarah, Wa La Tijarah) AHS
Hit : 1 | Index Tokoh Islam | kirim ke teman | Versi cetak |
| | Shahabat | | | Tabi’in | | | TabiutTabi’in | | | Pasca Abad 3 H | | | Kontemporer |
mudah2an artikel ini bermanfaat.(diambil dari Liputan6.com)
Ternyata Tubuh Manusia Bercahaya
Bonifacius Jaka
23/07/2009 13:44
Liputan6.com, Kyoto: Para ilmuwan Jepang baru-baru ini mengungkapkan jika tubuh manusia mengeluarkan sinar. Cahaya tersebut dapat berpendar dengan jumlah yang sangat kecil pada suatu level tertentu dapat meningkat dan menurun.
Para peneliti juga telah membuktikan jika tubuh manusia mampu memancarkan cahaya sedikitnya seribu kali lebih kuat dari mata telanjang kita melihatnya. Fakta membuktikan, secara virtual segala mahluk hidup memancarkan cahaya yang sangat lemah, yang diduga muncul akibat produksi reaksi biokimia yang dipengaruhi oleh radikal bebas. Sinar yang terlihat ini berbeda dari radiasi inframerah.
Untuk mempelajari lebih banyak mengenai pancaran sinar yang redup ini, para ilmuwan di Jepang membuat sebuah kamera yang amat luar biasa yang mampu mendeteksi satuan energi cahaya satu per satu. Seperti dilansir LiveScience, sebanyak lima pria sehat berusia sekitar 20-an tahun menjadi sukarelawan dengan berdiri telanjang dada di depan kamera yang terdapat di ruang amat gelap selama 20 menit setiap tiga jam dari pukul 10.00 hingga 22.00. Observasi itu berlangsung selama tiga hari.
Para peneliti menemukan kalau tubuh manusia tersebut mengeluarkan cahaya berpendar yang kadang terang kadang redup sepanjang hari. Titik terendah pada pukul 10.00 dan titik puncak pada pukul 16.00. Cahaya tersebut kemudian berangsur-angsur meredup.
Hal ini membuktikan kalau cahaya akan memancarkan sinar sesuai dengan jam tubuh kita dimana keduanya saling berhubungan. Ini hampir menyerupai cara tubuh kita melakukan ritme metabolisme yang berubah-ubah sepanjang harinya.
Bagian wajah mengeluarkan sinar lebih terang daripada seluruh tubuh. Ini bisa disebabkan karena wajah lebih banyak menghasilkan zat dari sekujur tubuh. Selain itu, wajah memang paling sering terkena sinar matahari. Sel warna kulit seperti pigmen dan melanin adalah komponen yang berpendar yang kemungkinan mampu meningkatkan produksi cahaya dari dalam tubuh meski kecil sekalipun.
Selama cahaya redup tadi terhubung dengan metabolisme tubuh, ini akan memberi sugesti ke kamera yang mampu menandakan adanya pancaran sinar lemah yang dapat digunakan membantu bidang medis. Hal ini diungkapkan salah seorang peneliti sekaligus ahli jantung di Universitas Kyoto, Jepang Hitoshi Okamura.
Sementara, ahli energi cahaya di Institut Teknologi Tohoku, Masaki Kobayashi mengatakan, jika kita dapat melihat kilauan cahaya dari permukaan tubuh, berarti kita dapat melihat kondisi tubuh secara keseluruhan.(AND)
Dasar-Dasar Pendidikan Bagi Anak Juni 18, 2008
INI ADA ARTIKEL TENTANG PENDIDIKAN ANAT: MUDAH2AN BERMANFAAT!
Posted by rumahbelajaribnuabbas in Pendidikan.
Tags: Ideiologi Pendidikan, Pendidikan anak, Pendidikan anak Islam
trackback
Abu Khaulah Zainal Abidin
Pendidikan itu bukan sekolah, bukan pondok pesantren, bukan pula perguruan tinggi, apa lagi lembaga-lembaga kursus! Melembaganya pendidikan ke dalam bentuk-bentuk di atas di satu sisi memang tampak memudahkan, karena menimbulkan kepercayaan masyarakat bahwa ada pihak-pihak atau tempat-tempat tertentu yang diharapkan bisa mendidik (baca: mengajar) masyarakat di usia-usia belajar mereka, termasuk bisa juga disalahkan manakala timbul permasalahan di usia-usia belajar mereka. Dari sisi ini tampak sekali, bahwa “pendidikan sebagai produk masyarakat” lebih dominan ketimbang “masyarakat sebagai produk pendidikan”. Masyarakat telah lebih dahulu mendifinisikan, bahwa: Pendidikan itu adalah lembaga pendidikan yang mendidik (-nyatanya hanya mengajar-) di usia-usia belajar mereka, 6-3-3-6 th dst. Masyarakat telah lebih dahulu mendisain masa depannya dan meciptakan sistim pendidikannya untuk itu. Tepatnya, bisa dikatakan, bahwa pendidikan adalah cermin sistem sosial, di mana ia diselenggarakan di dalam sekaligus demi cita-cita sistem tersebut.
Padahal pendidikan adalah sebuah proses mengambil, menyerap, dan mengamalkan ilmu. Cakupannya meliputi ketrampilan, penghayatan, dan penalaran. Dan karena kebutuhan manusia akan ilmu itu tidak terbatas, bahkan sebanyak tarikan nafasnya -kata Imam Ahmad-, maka tentu saja waktu dan tempat pendidikan pun tak terbatas. Dan karenanya proses tersebut tidak bisa semata menjadi tanggung jawab sekolah. Rumah tangga, tempat rekreasi, kantor, pabrik, bahkan pasar semua adalah lembaga pendidikan.
Tentu saja keluarga atau rumah tangga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama. Dari sanalah segalanya bermula. Oleh karenanya para orang tua harus bisa meletakkan landasan dari mana kelak anak-anaknya menatap dunia dan memasuki masa-masa pendidikan yang tiada ujungnya. Apa itu pendidikan bagi mereka, apa artinya bagi kehidupan, serta bagaimana mereka menyikapi dan menjalaninya, semua bermula di sini.
Pertama: Orang tua harus berupaya agar anak menyadari keutamaan ilmu, pendidikan, dan perlunya belajar, serta dapat menghargai segala aspek yang bekaitan dengan ketiganya tadi. Rasa hormat dan penghargaan kepada ilmu akan memberikan dampak yang sangat luas di dalam kehidupan anak tersebut kelak. Dia akan bersungguh-sungguh belajar, dia akan terlatih mengakui dan menghormati orang-orang yang lebih pandai dari padanya. Dia tidak akan rela mengorbankan ilmunya demi kepentingan yang akan merusak kecintaan dan penghargaannya terhadap ilmu, dalam keadaan apapun. Mudahnya seseorang menyelewengkan pengetahuannya, antara lain disebabkan sikap moral yang tidak menghargai ilmu. Berbohong atau menghalalkan kebohongan demi mencapai maksud, antara lain juga bermula dari perkara ini.
Ke-dua: Orang tua harus berupaya agar anak mampu menyadari dan mengembangkan kemampuan Keterampilan, Penghayatan dan Penalaran-nya sesuai dengan tingkat perkembangan umurnya. Keterampilan berkaitan dengan kemampuan motorik dan teratasinya hambatan-hambatan motorik di mana seorang anak mampu mengontrol secara sempurna gerakan anggota tubuhnya. Hambatan-hambatan motorik dapat menjadi sebab timbulnya rasa kurang percaya diri pada anak Penghayatan berkaitan dengan perasaan senang, cinta, benci, takut, marah, dan kasihan. Penghayatan juga berkaitan dengan citarasa, selera, dan rasa keindahan. Melalui inilah tumbuh sikap, jujur, berani, bertanggungjawab, santun, sabar, simpati, serta ingin menolong dan ingin berbagi. Tumbuhnya sikap berpihak dan anti terhadap sesuatu atau seseorang juga datang dari sisi ini. Dan anak memerlukan bimbingan dan pengarahan agar dapat dengan tepat mengekspresikan perasaannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Penalaran berkaitan dengan kemampuan berpikir secara logis dan konsisten serta memahami sebab akibat Ketiga kemampuan ini (Keterampilan, Penghayatan, dan Penalaran) harus berkembang secara proposional sesuai dengan bertambahnya umur. Jika tidak, maka akan tumbuh pribadi yang tidak seimbang. Sebagai contoh; anak yang kelewat berani tanpa pertimbangan, anak yang kelewat penakut, atau anak yang kurang percaya diri, misalnya. Tahukah anda, bahwa sifat licik itu merupakan kombinasi cerdas dengan malas.
Ke-tiga : Orang Tua harus berupaya agar anak mampu melaksanakan perintah ALLAH dan menjadikan hal itu sebagai jalan untuk memahami Kehendak dan Ketentuan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Dan kemampuan melaksanakan perintah ALLAH ini dicapai melalui latihan dan pembiasaan. Kebiasaanlah yang kemudian akan membentuk pola berpikir, sehingga anak tahu untuk apa ALLAH menciptakannya, apa manfa’at dari perintah-larangan ALLAH bagi dirinya, serta apa yang harus didahulukan dan dibelakangkan di dalam menjalani kehidupan ini. Pendidikan ini berlangsung mengikuti ritme dan aktifitas kehidupannya sehari-hari. Wudlu, sholat, berdo’a, belajar membaca dan menghafal Al Qur’an, mendengarkan Hadits-Hadits, serta terbiasa mengenal perintah dan larangan atau perkara halal-haram yang disampaikan secara tepat dan proporsionil sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak.
Komentar»
-
1. hied – Agustus 5, 2008
-
Trimakasih sumbangn ke ilmuannya.. semoga kita benar-benar termasuk generasi Rabbani
-
2. lucky Man – Oktober 7, 2008
-
naam, betul sekali
-
3. good – Oktober 7, 2008
-
bagus
-
4. deny firmansjah – Nopember 4, 2008
-
rasanya aku masihlah kanak-kanak yang
butuh terus dididik…
bang, Gimana kalau tulisannya dibikin buku?
RIFZAINAL: IDE BAGUS ITU (REDAKSI)..
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ: mulai semangat lagi buat nggarap skripsi..
- IYA… ALHAMDULILLAH Q MULAI SEMNGAT LAGI MENGERJAKN SKRIPSI.
- SETELAH DISIBUKKAN DENGAN CARI BUKU REFERNSI,
- MENGURUS tpQ,.. IKUT pgpq AT TARTIL DI MINU BERBEK WARU,.. BANTU NGERJAIN TUGAS TEMAN,..MELAMAR PEKERJAAN DI SD MUHAMMADIYAH 3 IKROM WAGE.. PERSYARATAN DAN KETENTUANNYA.. ALHAMDULILAH DAH SELESAI…
SEKARANG TIBA FOKUS LAGI KE SKRIPSI OH SKRIPSI…
kembali eksis di blog..
pagi ini…
alhamdulillah q bisa bangun jam 03.15 pagi.
dengar ayam berkokok… itu tandanya si ayam lagi melihat malaikat (menurut riwayat hadis)..
dengan demikian Q niatkan u/ shlat malam..
setelah sekian lama Q tak qiyamul lail akhirnya.. q bisa juga.. ALHAMDULILLAH..
stop valentine
STOP ” VALENTINE DAY “
Melalui penulisan sejarah yang curang dan kospiratif serta didukung penetrasi budaya masif mampu membuat ‘valentine’s day’ diterima luas kalangan dunia termasuk masyarakat Islam. Istilah ‘love’ yang bernuansa syahwat dan perzinahan telah dibelokkan maknanya menjadi hari kasih sayang.
Sebenarnya Valentine’s Day berawal dari kisah dusta tentang seorang santo (orang suci dalam pandangan Katolik) yang rela menyerahkan nyawanya demi cinta pada orang lain, yaitu Santo Valentinus. Namun pihak gereja sendiri hingga kini tidak menemukan kata sepkata siapa sesungguhnya santo itu. Oleh karena itu pihak gereja telah mengeluarkan surat larangan bagi pengikutnya untuk ikut merayakan valentine’s day yang dianggap sebagai ritual tidak berdasar.
Oleh karena itu sangat disayangkan banyak kalangan muslim yang justru terjebak ikut dalam perayaan Valentine’s Day. Padahal Allah telah tegas melarang kita mendekati zina. ” Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk ( Al-Isra’ : 32 ). Di ayat yang lain Allah juga mengingatkan agar kita tidak mudah mengarus pada perilaku kebanyakan orang tanpa dasar pengetahuan. “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumiini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanya berdusta kepada Allah (Al-Isra:36).
Rasulullah juga mengingatkan agar kita tidak mengikuti perilaku kaum Yahudi dan Nasrani. Nabi Bersabda : ” Sesungguhnya kamu akan mengikuti erilaku (budaya) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal. Hingga meskipun mereka mendaki memasuki lubang biawak kaum pun ikut mendakinya.” Kami (Abu Said dkk) bertanya : ” Yaa Rasulullah, apakah kami akan mengikuti orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Nabi menjawab: “(mengikuti) siapa lagi?” (HR Bukhari no. 3197).
Maka kita lindungi anak-anak kita dan generasi muda muslim dari upaya pendangkalan iman oleh kalangan Yahudi dan Nasrani. Salah satunya dengan komitmen untuk menghentikan Valentine’s Day. (Disarikan dari Masyhud SM).Buletin Baitul Izzah Edisi. I Tahun 1 Shafar 1430 H / Pebruari 2009
cerita lucu
Cerita lucu
Kejadian ini terjadi waktu aku selesai jama’ah sholat isya’ di masjidil Haram.
Cerita begini, aku ditolong oleh orang India di trowongan tempat jamaah haji naik bus.
Eh, aku dikira orang Indonesia. Tapi emang bener..hehehe,.
Terus, mungkin dalam bahasanya : “ Kenapa anda disitu. Ini di depan ada bus Indonesia…
“waktu itu kan kita (aqu, mz Yusuf dan Irul) emang lagi nunggu bus Indonesia yang akan membawa kami pulang ke Maktab kami di Awali (kurang lebih 15 KM dari Haram).
Trus kan aku diagndeng menuju bus yang dikiranya Bus Indonesia…. Eh ternyata itu bis India.. dia kayaknya malu. Dan beristighfar…
Dia langsung bergegas meninggalkanku….!!!!
Heheheheheheh………………..
Itu kan lucu banget yachhhh!!! ( ^ – ^ )
HIKMAH :
Ia aku tau maksud orang India itu baik.
Tapi ternyata bus yang dia tunjukkan ke aquw itu adalah bus INDIA. Jadi niat mau nolong. Tapi salah sasaran,,,…
bullying 2
Bullying” dalam Dunia Pendidikan (bagian 2c): Peranan Teman Sebaya
Meskipun selama ini ekspos mengenai bullying lebih banyak terfokus pada pelaku dan korbannya, bukan berarti bullying adalah fenomena terisolasi yang tidak melibatkan lingkungan. Mengakarnya perilaku bullying sehingga sulit diberantas seringkali justru diakibatkan oleh ketidaktahuan (atau keengganan) lingkungan untuk mengakui bahwa bullying terjadi di depan hidung mereka dan akibatnya sangat buruk. Detik.com pada akhir April lalu menurunkan laporan dari Sejiwa, LSM yang peduli terhadap masalah ini.
Dari penelitian mereka selama tahun 2004-2006 pada 3 SMA di dua kota besar di Pulau Jawa, 1 dari 5 guru menganggap bullying adalah hal biasa dalam kehidupan remaja dan tak perlu dipermasalahkan. Bahkan, 1 dari 4 guru berpendapat bahwa ’sesekali penindasan’ tidak akan berdampak buruk terhadap kondisi psikologis siswa! Bukan hanya pihak sekolah yang terkesan lepas tangan terhadap bullying yang dilakukan di lingkungan mereka. Detik.com juga melaporkan temuan Amy Huneck yang menemukan bahwa 9 dari 10 orang dewasa yang diwawancarai menganggap bullying hanyalah bagian dari cara anak-anak bermain.
Ketika korban jiwa sudah berjatuhan, tentu kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap kesalahan-kesalahan berpikir seperti di atas. Orang-orang ’luar’ yang terkait dengan perilaku bullying bisa melakukan banyak hal untuk mencegah bullying menjadi sesuatu yang mendarahdaging dalam pendidikan kita. Langkah awalnya bisa dimulai dari lingkup yang paling dekat dengan pelaku dan korban bullying, yaitu teman-teman mereka sendiri.
Jangan Cuma Bisa Nonton!
Pada umumnya yang menjadi korban bullying hanyalah sebagian siswa. Sisanya, jika tidak menjadi pelaku, biasanya menjadi penonton aktivitas bullying yang terjadi di sekitarnya. Bullying.org mencatat bahwa 85 persen kejadian bullying di tempat bermain atau di kelas melibatkan penonton dari teman-teman mereka sendiri.
Apakah mereka yang tidak ikut serta ini bebas dari kesalahan karena mereka ’hanya’ menonton? Lebih sering tidak. Menurut Pepler dan Craig (2000), siswa-siswa lain bisa memiliki beberapa peran, yaitu peserta (co-bullies), suporter, penonton biasa, dan penolong (interveners). Berikut adalah beberapa pengaruh teman-teman sebaya yang menonton terhadap aktivitas bullying.
- Mereka secara alamiah tertarik oleh ketegangan dan hasrat agresif yang ditimbulkan dari menonton aktivitas bullying. Adanya ‘permintaan pasar’ ini akan mendorong pelaku untuk mem-bully lebih sering, intens, dan ganas
- Perhatian positif, keberpihakan, peniruan, rasa hormat, dan ketakutan untuk melawan yang terjadi pada penonton akan semakin memperkuat dominasi pelaku
- Memaksimalkan dampak sosial dari bullying terhadap korban melalui penonton yang tidak memberikan empati atau pertolongan, memberikan perhatian yang negatif, serta bersikap menyalahkan korban sebagai ‘pemicu’ perlakuan bullying terhadapnya.
- Siswa-siswa yang berpihak pada pelaku akan semakin semakin agresif dan tidak sensitif terhadap penderitaan korban akibat perlakuan mereka. Mereka mengalami ‘perlindungan’ (dari pelaku) dan status sosial yang lebih tinggi. Pada akhirnya akan terbentuk kelompok yang solid dan mampu melakukan aktivitas terencana.
- Menegaskan adanya risiko bagi siswa-siswa yang berpihak pada korban: mereka bisa menjadi korban berikutnya.
Tampaknya mempertunjukkan aktivitas bullying di depan umum cukup berhasil mewujudkan pengaruh-pengaruh di atas. Dari data yang dihimpun Bullying.org, 80-90 persen siswa yang menonton merasa tidak nyaman menonton peristiwa bullying, bahkan sepertiga siswa mengaku akan ikut mem-bully siswa yang mereka juga tidak suka. Hanya ada 11 persen siswa yang mencoba menghentikannya, dan lebih dari separuh peristiwa bullying berhasil mereka hentikan dalam kurang dari sepuluh detik. Untuk itu, Bullying.org memberikan beberapa tips bagi mereka:
- Kenali perilaku bullying. Tidak hanya bersifat fisik, bullying juga dapat bersifat sosial atau verbal, seperti menjelek-jelekkan orang lain.
- Menjauhlah. Dengan tetap berada di situ dan menonton, anda menyemangati pelaku untuk terus melakukan aksinya. Menjauhlah dan cari pertolongan dari guru atau orangtua. Akan lebih baik jika anda bisa mengajak teman-teman lain untuk menjauh juga.
- Jangan ikut mem-bully meski ‘hanya’ secara verbal, seperti mengejek atau menyindir. Inilah yang diharapkan pelaku dari para penonton. Sebaliknya, dekatilah korban bullying. Dorong mereka untuk melaporkan kejadian ini pada orangtua atau guru. Temani mereka.
- Bicarakan keberatan anda (dan pandangan anda bahwa bullying itu salah) jika anda diajak atau dipaksa untuk ikut serta dalam aktivitas bullying. Tolonglah korban, dan jangan sekali-sekali melawan pelaku bullying jika anda tidak yakin anda cukup aman untuk melakukannya.
- Catatlah tempat-tempat yang sering dijadikan lokasi bullying. Beritahukan guru atau orangtua agar mereka mengawasi tempat-tempat ini.
Mungkin pada awalnya akan sulit bagi orangtua atau sekolah untuk menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak-anak mereka, karena selama ini mereka telah terbiasa diam ketika melihat (atau mengalami) ketidakadilan. Namun jika pihak-pihak yang berwenang mampu memberi sanksi dan penanganan yang tegas bagi pelaku, perlindungan bagi korban, dan penghargaan bagi pihak-pihak yang berani menolong, niscaya bullying akan tinggal menjadi masa lalu dalam pendidikan kita.
Sumber:
Awas! Bullying di Sekolah – Detik.Com, 29 April 2007
Banyak Guru Anggap Bullying Bukan Masalah Serius – Detik.Com, 29 April 2007
Bullying Facts Pamphlet-2 – Bullying.org (pdf)
Bullying Information for Young People – Bullying.org (pdf)
Making a Difference in Bullying – Bullying.org (pdf)
-
Recent
- info terkini
- ibnu Taimiyah (syaikhul Islam)
- mudah2an artikel ini bermanfaat.(diambil dari Liputan6.com)
- Dasar-Dasar Pendidikan Bagi Anak Juni 18, 2008
- بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ: mulai semangat lagi buat nggarap skripsi..
- kembali eksis di blog..
- stop valentine
- cerita lucu
- bullying 2
- artikel yang kubutuhkan
- catatan di tanah suci
- Hello world!
-
Links
-
Archives
- August 2009 (1)
- July 2009 (5)
- April 2009 (1)
- February 2009 (5)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
